Kamis, 16 November 2017

Ingin Sekolahkan Anak di SDIT? Ketahui Konsep Kurikulumnya



header buahati
Pilihan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) kini semakin diminati. Hal tersebut karena nilai-nilai agama Islam jadi pertimbangan utama.
Salah satu hal yang paling membuat bingung para orangtua adalah ketika memilih sekolah untuk buah hati tercinta. Tentunya Anda ingin si kecil bersekolah di tempat yang berkualitas, dengan pengajar yang baik, kurikulum mumpuni serta nilai agama Islam yang kental. Pilihan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) kini semakin diminati.
Hal tersebut karena nilai-nilai agama Islam jadi pertimbangan utama dalam hal pendidikan anak. Pilihan sekolah SDIT juga mulai banyak tersebar di berbagai wilayah. Untuk lebih mengenal konsep kurikulum SDIT, ketahui detailnya.

Konsep dasar
Sekolah Islam Terpadu (SIT), seperti dikutip dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT)yaitu sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan AlQur’an dan As Sunnah. Konsep operasional SIT merupakan akumulasi dari proses pembudayaan, pewarisan dan pengembangan ajaran agama Islam, budaya dan peradaban Islam dari generasi ke generasi.
Istilah “ Terpadu” dalam SIT dimaksudkan sebagai penguat (tauhid) dari Islam itu sendiri. Maksudnya adalah, Islam yang utuh menyeluruh, dalam segala aspek kehidupan. Bukan hanya
berupa pemahaman formal dalam lingkungan sekolah tapi mencontohkannya dalam aspek kehidupan sehari-hari.

Kurikulum tetap mengacu Depdiknas
Dalam kurikulum dasar, SDIT tetap berkiblat pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan acuan dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Namun sekolah
melakukan pengembangan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pendidikan.
Dalam aplikasinya, Sekolah Islam Terpadu menerapkan pendekatan penyelenggaraan dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan kurikulum. Dengan pendekatan ini, semua mata pelajaran dan semua kegiatan sekolah tidak lepas dari bingkai ajaran dan pesan nilai Islam.
Pelajaran umum, seperti matematika, IPA,IPS, bahasa, jasmani/kesehatan, keterampilan dibingkai dengan pijakan, pedoman dan panduan Islam. Sementara dalam pelajaran agama, kurikulum diperkaya dengan pendekatan konteks kekinian dan kemanfaatan, dan kemaslahatan.

Implementasi
Pelajaran yang diberikan sangat lengkap. Berupa pendidikan dasar umum dan pendidikan agama. Pelajarnnya antara lain Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, dan Penjaskes. Sementara pelajaran lainnya yang berkaitan dengan keislaman masuk dalam kategori Muatan Lokal yang terdiri dari Akidah Akhlak, Qur’an Hadis, Fiqih, Tareqh, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Tahfidz, Tahsin, dan komputer.
Dengan cukup padatnya pelajaran dan mengajarkan keterpaduan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, maka konsep SDIT  memang full day school. Anak-anak berada di sekolah dalam waktu yang panjang hingga sore hari.
Mereka tak hanya belajar dalam kelas, tapi juga melaksanakan solat wajib dan sunnah secara berjamaah. Saat belajar mengaji, ada guru khusus yang mengajarkannya. Bukan sekedar membaca tapi benar-benar diajarkan secara detail cara membaca yang benar sesuai tajwid dan tahsinnya.
Anak-anak juga dilatih untuk menghafal Al-Quran. Nantinya ada buku laporan khusus soal seberapa banyak hafalan anak, dan menjadi nilai penting dalam sisi akademik.
Orangtua pun harus terlibat aktif dalam menyiapkan anak, membimbing serta mendampingi anak dalam menjalani tiap aktivitas sekolah. Hal ini karena sistem sekolah terpadu artinya sekolah dan orangtua juga bekerja sama dan terpadu dalam hal mendidik anak.
https://parenting.dream.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar