Rabu, 18 Januari 2012

KEMNAS II (Kemah Ukhuwah Nasional)


Jakarta (ANTARA News) - Hampir 4.000 pramuka Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia akan menggelar Perkemahan Nasional II di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 11-14 Januari ini. Selain menjadi puncak kegiatan kepramukaan, ajang itu juga untuk mendekatkan Pramuka dengan sains dan teknologi.
"Kami dorong mereka dekat dengan sains dan teknologi, terkhusus teknologi kedirgantaraan dan teknologi pertahanan. Para peserta kami ajak ke Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma dan Mako Brimob, Kelapa Dua," kata Ketua Dewan Pembina Pramuka JSIT, Dr Sukro Muhab, di Jakarta, Selasa.

Pengenalan secara dini akan persoalan sains dan teknologi kepada siswa-siswi sekolah Islam terpadu, katanya, akan mendorong mereka untuk lebih bersemangat dalam mewujudkan cita-cita kemandirian teknologi bangsa. Dengan demikian, kecintaan akan hasil karya anak bangsa pun semakin besar.

"Semua ini akan kita buktikan lewat ajang demonstrasi saat pembukaan. Ada demonstrasi robot, demikian juga ada demonstrasi roket air sehingga pramuka SIT dari seluruh Indonesia tak asing dengan sains dan teknologi masa depan," katanya.

Lebih lanjut dia menyebut Kemah Nasional Pramuka Ke-II JSIT wujud komitmen JSIT membentuk karakter anak didiknya. Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda memiliki cara dan ciri khas tersendiri dalam kegiatannya. Salah satunya adalah dengan kegiatan perkemahan.
Selain sebagai pembinaan diri, perkemahan dapat menumbuhkan sikap kemandirian pada peserta didik, menjalin persahabatan, empati, persaudaraan, menambah wawasan dan uji keterampilan.

"Inilah sebabnya, sejak Kemah Nasional I pada 2008, kami berkomitmen melaksanakan perkemahan secara reguler sebagai upaya pembinaan karakter. Tema Kemnas II kali ini pun adalah Bersama Pramuka SIT Bangun Karakter Bangsa," katanya.


Selasa, 03 Januari 2012

Sejarah berdirinya Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fityah


Sejarah berdirinya Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fityah

Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fityah merupakan sekolah formal yang beralamat di jalan HR.Soebrantas- Karya Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan  kota Pekanbaru, sekolah ini pada awalnya dirintis oleh beberapa orang tokoh diantaranya yaitu :
1.      Achmad Masfuri, Ak
2.      Teten Kustiawan, Ak
3.      Nurdin, SE.Ak
Ketiga tokoh tersebut telah merintis Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fityah dengan berbagai jenis teori namun belum seberapa banyak yang namanya usaha itu dapat dibuktikan yaitu dengan adanya Akte Notaris Syawal Sutan diatas SK No. 31 tahun 1993, sehingga dengan adanya perintisan tersebut terbuktilah  Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fityah berdiri pada tanggal 21 Juni 1993, atau 1 Muharram 1414 H. Namun pelaksanaan proses pembelajaran dan pendidikan belum terlaksana, sehingga pada tahun 2000 M kembali dirintis oleh beberapa tokoh yang melanjutkan perjuangan para tokoh pendiri yayasan ini. Adapun tokoh yang melanjutkan perjuangan ini pada tahun 2000 adalah :
1.      Alfatmi
2.      Syamsurijal Salim
3.      Selamet
4.      Kofa Bakti Suprayitno
Para tokoh tersebut itu terdiri dari berbagai elemen, mereka menyatukan pemikiran untuk mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Fityah, ketika itu segala upaya dan sesuatunya belum ada selain Akte pendirian yang telah di buat pada Notaris pada tahun 1993, dan pada tahun 2001 mendapat kesepakatan bersama untuk mendirikan sebuah gedung sekolah dengan dana sebesar Rp. 80.000.000,- dalam keadaan berhutang yang sengaja dipinjamkan oleh para donator dari berbagai pihak, sementara lahan